Battle of Surabaya Sebuah Film 2D Animasi Karya Anak Bangsa

Battle of Surabaya Sebuah Film Animasi Terbaik

Waktu saya kecil , tontonan kartun anak-anak itu baru terdapat Mickey Mouse dan Donald Duck. Belum poly negara jua yang bisa menciptakan film kartun apalagi anime.

Eiits..Beda ya Anime/ Animasi memakai Cartoon/ Kartun? Ternyata beda lho guys..

Aku mau share Kesimpulan secara garis besarnya saja ya mengenai galat satu perbedaan antara film Kartun dengan Animasi. Yang aku memahami merupakan jika Kartun itu sebagian akbar karakter kartun nir mengandalkan proporsi tubuh manusia. Sedangkan buat Animasi, Desain Karakter nya sangat proporsi yaitu menyesuaikan ukuran tubuh manusia dan Penggambaran tokoh fisik yang non-realistik

Kartun contohnya seperti fim Mickey Mouse tadi sedangkan Animasi seperti film Naruto.

Nah bicara Animasi, di Indonesia sendiri sudah ada lho film Animasi karya anak bangsa Indonesia. Bangga tidak sih? Bangga pastinya..

Salah satu nya adalah film Battle of Surabaya salah satu film Animasi 2D yang dibuat oleh Aryanto Yuniawan selaku Director dari film ini.

Cerita ini mengambil kisah dari masa perang 10 November di Surabaya, dimana kala itu merupakan perjuangan pemuda-pemuda Surabaya dalam melawan penjajahan Belanda dan Jepang sebelum era kemerdekaan Republik Indonesia . Film ini dikemas sangat bagus sekali dan alur cerita nya juga tidak membosankan.

Setiap moment nya menarik rasa penasaran, seperti, penasaran bagaimana nasib si Musa setelah ibunda nya meninggal, lalu ketika dia diminta untuk mengantarkan surat yang isinya sebuah ‘pesan penting’ dan masih banyak lagi, sehingga membuat kita yang menonton mulai bermain daya kreasi nya dan menerka-nerka kelanjutan scene per scene nya. Dibawa tertawa, dibawa tegang, dibawa sedih juga dibawa kisah romantisme antara Musa, Yumna dan Danu yang memang usia mereka terbilang usia remaja. Bagus lah pokok nya.

Kalau belum nonton, asli rugi deh. Aku juga merasa rugi ketika Batle of Surabaya main di bioskop beberapa waktu lalu, tidak sempat nonton. Bukan remehin film Indonesia ya, tapi memang pas saat tayang, saya tidak sempat.

Tetapi, alhamdulillah kemarin hari Sabtu, 24 November 2018 aku dan anak ku yang sulung, yang kebetulan duduk di bangku SMP kelas 7 mendapatkan kesempatan Nobar ( Nonton bareng di BSD City ) undangan dari Sinarmas Land bersama adik-adik SMP dari beberapa sekolah di sekitar Tangerang BSD.

Bisa kebayang ngga sih, nonton sama para ABG pas bagian cerita romantis nyasrc=https://mail.google.com/mail/e/1f602. Tambah seru pastinya.

Program nobar bersama di XXI The Breeze ini sudah menjadi salah satu program rutin dari Satu BSD setiap tahun nya. Tema yang diangkat juga film-film anak bangsa, dengan tujuan agar kita lebih menghargai lagi buatan dari dalam negeri dan harapan nya agar kita para generasi muda pun menjadi terpacu untuk membuat sebuah karya yang bisa dibanggakan, terutama dalam hal membuat film yang edukatif dengan bentuk film animasi.

Setelah selesai nonton bersama, pihak manajemen dari Sinarmas Land BSD City memberikan sambutan nya dan sedikit penjelasan kepada para adik-adik yang hadir.

Pertama yang memberikan sambutan adalah Mas Panji Himawan selaku Corporate Communication & Internal Division Head Sinar Mas Land. Mas Panji memberikan pemahaman tentang arti dari Satu BSD yaitu: Silaturahmi AnTar Umat Berdikari.

Sambutan pun dilanjutkan oleh Mas Irawan Harahap selaku Project Leader Digital Hub Sinarmas Land. Mas Irawan menginformasikan mengenai planning program pembangunan di BSD City dalam hal bidang pendidikan. Dalam waktu dekat Mas Irawan pun menginforasikan bahwa Apple Developer Academy akan memberikan beasiswa kepada 200 penerima beasiswa yang mana nantinya akan di didik menjadi world class developer, para peserta akan dipinjamkan sejumlah produk Apple seperti MacBook dan iPhone X. Tentu saja informasi ini disambut antusias oleh para adik-adik SMP yang hadir.

Setelah pihak dari Sinarmas Land selesai memberikan kata sambutan dan sedikit informasi mengenai program-program dari BSD City, berikutnya adalah giliran Mas Aryanto sharing mengenai prestasi yang didapat dari film Batle of Surabaya dari berbagai penghargaan-penghargaan perfilman Indonesia juga Dunia.

Lalu Mas Aryanto pun memberikan tips bagaimana membuat sebuah cerita yang menarik, apa saja yg perlu diperhatikan ketika kita akan membuat sebuah cerita. Setelah itu baru lah kita membuat animasi dari cerita yang sudah kita susun.

Ternyata tidak hanya Mas Aryanto saja lho yang hadir, tapi juga ada Mas Eki NF perwakilan dari film Adit Sopo Jarwo yang sudah banyak juga mendapatkan beberapa penghargaan di perfilman Indonesia.

Keren banget yaa..hari itu para kreatif director film animasi Indonesia hadir untuk menyemangati para adik-adik yang hadir untuk dapat ikut andil dalam memberikan karya kreatif nya dibidang perfilm-an animasi.

Review Film Battle of Surabaya

Battle of Surabaya adalah film yang mengangkat cerita perjuangan para arek Suroboyo dalam perang 10 November di Surabaya.

Adalah Musa seorang anak laki-laki yang berusia 13 tahun. Dimana di usia 13 tahun yang semestinya masih menikmati masa sekolah dan bermain tapi Musa sudah harus menghadapi kejam nya penjajahan dan masa perang di jaman itu. Musa harus menjadi seorang penyemir sepatu demi membantu perekonomian keluarga dikarenakan ibunda tercinta sedang sakit-sakitan dan Ayahanda nya yang sudah meninggal lebih dulu. Selain sebagai tukang semir sepatu, Musa pun juga menjadi seorang messenger surat dan pesan penting bagi pergerakan kedaulatan Indonesia.

Ketika sedang menjalankan tugas nya sebagai messenger surat, Musa berkenalan dengan seorang gadis yang bernama Yumna. Yumna pun memiliki nasib yang sama dengan Musa, diusia nya yang masih remaja, Yumna terpaksa harus berjuang menghadapi hidup sebatang kara dikarenakan kedua orang tuanya sudah meninggal dikarenakan perang. Yumna ternyata adalah anggota  komplotan Kipas Hitam, pasukan bawah tanah bentukan Jepang yang kemudian melakukan apapun demi keuntungan komunis Jepang.

Ketika desa dimana Yumna tinggal di masa kecil nya itu diserang penjajah dan Yumna menjadi anak gadis yang hidup sebatang kara, ada seorang pemuda bernama Danu mengangkat Yumna sebagai adik nya dan Yumna pun diajak tinggal bersama seorang nenek yang juga hidup sendiri. Danu pun banyak mengajarkan Yumna bagaimana cara untuk bisa memproteksi diri nya dalam kehidupan perang ini. Mulai dari ilmu bela diri sampai menembak.

Hari demi hari pun dilalui Musa dan Yumna dengan penuh perjuangan, sedih, bahagia, romantika serta kehidupan yang mencekam selalu mewarnai kehidupan mereka.

Jadi bagi yang belum nonton, buruan deh segera cari tahu video film nya bisa didapat dimana. Karena siapa lagi kalau bukan kita yang mensupport perfilm-an dari karya anak bangsa sendri.

Fashion style di film Battle of Surabaya

Sepertinya kurang saja deh kalau aku tidak review sedikit juga tentang fashion style para tokoh utama di film Battle Surabaya ini ehehe.

Aku mau review gaya fashion style nya Musa, Yumna juga Danu.

Gaya nya Musa yang santai tapi khas banget dengan topi pet dan jaket nya yang selalu dia pakai. Potongan celana selutut ditambah tas selempang nya yang membuat gaya Musa terlihat santai tapi tetap terlihat stylish

Taken from Google

Yumna dengan ciri khas scarf di leher nya membuat tokoh gadis cantik ini terlihat stylish untuk di era 1945. Dengan suara yang lembut dan karakter nya yang mandiri, gaya berpakaian Yumna sangat serasi dan sesuai dengan karakter pribadi nya.

Taken from Google

Danu yang berbadan atletis, berkarakter maskulin ini sudah kebayang kalau asli nya pasti ganteng banget. Suaranya yang ngebas ditambah gaya pakaian nya yang manly banget sungguh membuat yang menonton teralihkan sejenak akan suasana peperangan. Slayer dan rompi ala anti peluru yang menjadi ciri khas nya ini, sangat cocok dipakai oleh tokoh Danu ini.

Taken from Google

Pokoknya buat aku Battle of Surabaya sudah Oke banget, baik dari sisi animasi nya, karakter pemain nya, juga alur ceritanya. Walau alur ceritanya menurut aku sedikit lompat-lompat dari scene satu ke scene selanjutnya yang kadang alur nya masih suka tidak nyambung, tapi bagi aku itu bukan suatu hal besar. Over all is great and bravo untuk Battle of Surabaya yang sukses akan karya dan juga penghargaan nya.

Terima kasih juga untuk Sinarmas Land BSD City atas program dari Satu BSD ini yang mengadakan Nobar Battle of Surabaya untuk para adik-adik sekolah SMP. Program ini merupakan program yang sangat memberikan edukasi untuk para generasi muda dimana salah satu message yang disampaikan kemarin adalah agar para adik-adik ini menjadi penerus generasi milenial yang kreatif, yang bisa melahirkan karya-karya terbaik nya untuk bangsa dan negara.

Ditunggu kegiatan menarik lainnya dari Satu BSD. Sukses untuk Satu BSD juga Sinarmas Land BSD City

Cilya 

Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife

Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

author
Author: 

Related Post "Battle of Surabaya Sebuah Film 2D Animasi Karya Anak Bangsa"

6 Cara Memerahkan Bibir Secara Alami dan Sempurna
Tips kecantikan – Setiap wanita mempunyai daya
6 Cara Alami Menumbuhkan Rambut Botak Dengan Cepat
Tips kecantikan rambut – Tidak sedikit orang
6 Cara Diet Menurunkan Berat Badan Penderita Maag
Tips kecantikan – Memiliki badan ideal adalah
Cara Alami Menghilangkan Flek Hitam Bekas Jerawat
Tips Kecantikan – Sering sekali orang mengutamakan

Leave a reply "Battle of Surabaya Sebuah Film 2D Animasi Karya Anak Bangsa"